in ,

Pemerintah Bakal Bangun Kampung Nelayan untuk Warga Tambakrejo

Semarang, UP Radio – Drama penggusuran warga Kampung Tambakrejo, Tanjungmas Semarang Utara telah berakhir. Ratusan kepala keluarga di kawasan tersebut yang kehilangan tempat tinggal segera menempati hunian sementara di Kalimati.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan, penggusuran warga yang tinggal di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) itu untuk mempercepat proyek normalisasi. Bahkan, kawasan tersebut juga bakal disulap menjadi kampung nelayan percontohan atau rule model bagi kawasan pantai padat penduduk lainnya di Indonesia.

“Kalau rencana kami terkait dengan Tambakrejo, pasti Kami ingin menjadikan sebuah kawasan yang tidak hanya cantik tapi juga punya nilai ekonomis buat lingkungan dan warganya. Bentuknya seperti apa yang perlu sebuah perencanaan tapi ini menjadi obsesi kami paling tidak ada pembangunan kampung nelayan,” ujar pria yang akrab disapa Hendi itu.

Hendi menyampaikan, konsep kampung nelayan percontohan itu juga akan dilengkapi beragam fasilitas untuk mendukung perekonomian warga. Penataan di kawasan pesisir itu diharapkan juga bisa menjadi alternatif wisata bagi masyarakat Kota Semarang.

“Warga yang terkena dampak (penggusuran) menjadi prioritas pemakai lahan. Kita buatkan taman bermainnya, kita buatkan tempat seperti pengolahan ikan, pelelangan ikan. Di situ yang nantinya bisa menjadi sebuah alternatif jujukan dan ikon pariwisata juga,” terangnya.

Meski demikian, Hendi belum menjelaskan estimasi waktu dan besar anggaran untuk penataan kawasan pesisir. Apalagi, kontur tanah di daerah yang berbatasan dengan laut itu membutuhkan perlakuan khusus sehingga perlu kajian mendalam dengan berbagai pihak.

“Perlu proses, yang lagi tidak bisa ujug-ujug, tidak bisa tiba-tiba. Kita bangun, karena kita tahu tanah di sekitar situ kan tanah lumpur, perlu pemadatan, pengeringan, kemudian baru kita juga perlu desain dengan baik,” tandasnya.

Hendi menambahkan, yang terpenting saat ini adalah melakukan langkah-langkah penyelesain bagi warga yang rumahnya telah dirobohkan. Sehingga, dirinya meminta ada sinergi dan kerjasama yang baik dalam konsep bergerak bersama untuk mewujudkan cita-cita dan keinginan untuk mereakisasikan progran kampung nelayan tersebut.

“Ini namanya dinamika kehidupan, kalau orang punya rumah dirobohkan, pasti ada perasaan kecewa dan marah. Itu wajar, tinggal sekarang kita bicara problem solving saja. Kira-kira setelah ini, apa yang bisa kita kerjakan bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat. Saya rasa penenakanannya disitu saja,” pungkas Hendi. (ksm)

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Live Cooking Warung Kongkow UTC Hotel Jadi Favorit Saat Bukber

Empat Dusun di Kecamatan Sayung Terendam Rob