in , ,

Kegiatan Inklusi Pajak Kanwil DJP Jateng I gandeng 113 Sekolah

Semarang, UP Radio – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terus berupaya untuk meningkatkan angka kepatuhan Wajib Pajak, salah satunya melalui program inklusi kesadaran pajak untuk menanamkan kesadaran pajak sejak dini kepada peserta dan tenaga pendidik.

Kegiatan Inklusi Pajak program Pajak Bertutur yang dilaksanakan Kanwil Direktorat Jendral Pajak Jawa Tengah I lewat  Gerakan Sadar Pajak ke dunia pendidikan juga dilakukan acara video conference bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi, Jumat (11/8).

Program Video Confrence DJP Jawa Tengah I  melalui kegiatan Pajak Bertutur dilaksanakan serentak bertempat di SMP Negeri 1 Semarang dan SMA Negeri 3 Semarang.

Dalam kesempatan tersebut Menteri Keuangan menyapa dan memberikan motivasi kepada siswa siswi secara langsung serta memberikan motivasi kepada para siswa untuk giat belajar dan menyematkan pendidikan tentang perpajakan.

“Pajak merupakan pilar utama pembangunan. Pajak.Negara akan menjadi besar dan seperti dicita-citakan para pendiri bangsa, hanya bisa terjadi kalau semua mengurusnya. Kita membutuhkan dana, dan negara diberikan hak mengambil uang atau kegiatan ekonomi dari masyarakatnya,” kata Sri Mulyani.

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang peran dan manfaat pajak dalam pembangunan. Dalam kegiatan ini, seluruh unit vertikal DJP melakukan kegiatan mengajar mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga Perguruan Tinggi.

Sementara itu Kepala Kanwil DJP Jateng I Irawan berharap melalui Pajak Bertutur ini pihaknya inginkan meningkatkan angka kepatuhan wajib pajak. Salah satu yang dilakukan, dengan program inklusi kesadaran pajak menyasar anak usia sekolah sedini mungkin.

Pajak Bertutur di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Jawa Tengah I melibatkan 113 sekolah dan 10 Perguruan Tinggi dengan total  6.118 peserta didik, dengan rincian 1.011 peserta dari 15 SD, 1.025 peserta dari 19 SMP, 3.832 peserta dari 79 SMA, dan 250 peserta dari 10 Perguruan Tinggi.

“kegiatan Pajak Bertutur bisa dilakukan secara periodik tiga bulan sekali atau enam bulan sekali. Sehingga, semakin banyak yang paham tentang pajak dan inklusi perpajakan masyarakat terus meningkat,” Tutup Irawan. (rls-shs)

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Property Expo Semarang ke-6 Pacu Penjualan Rumah

Layani Pembayaran Mahasiswa, UPGRIS Gandeng Bank Jateng