Dishub Petakan Potensi Kemacetan Arus Mudik Lebaran 2025

Semarang, UP Radio – Sejumlah titik di wilayah Kota Semarang berpotensi macet saat arus mudik Lebaran 2025. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk memberikan kelancaran para pemudik.

Sekretaris Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan, perhitungan prediksi dari pemerintah pusat akan ada kenaikan 8,1 persen perjalanan saat mudik Lebaran 2025.

Pihaknya melakukan kesiapan untuk memastikan kelancaran arus mudik Lebaran khususnya di ibu kota Jawa Tengah.

Advertisement

One way atau jalur satu arah dari Jakarta menuju ke timur rencana akan diberlakukan mulai 27 – 29 Maret 2025. Saat jalan tol dilakukan one way maupun ganjil genap, akan ada limpahan kendaraan ke arteri atau jalan reguler. Pihaknya pun sudah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas.

Pihaknya memetakan ada sejumlah titik kemacetan yakni di pintu-pintu keluar tol meliputi Krapyak, Banyumanik, dan Gayamsari.

Selain itu, pasar tumpah juga berpotensi kemacetan antara lain di Pasar Mangkang serta pasar-pasar modern di Kota Semarang.

“Di dalam kota, di mal-mal, orang belanja persiapan lebaran, ruang parkir tidak memenuhi,” sebutnya.

Potensi kemacetan lainnya yakni di Jalan Pandanaran tepatnya arah menuju Makam Bergota. Aktivitas masyarakat di Makam Bergota diprediksi mulai padat H-1 hingga hari H Lebaran.

“Tidak ada lokasi parkir. Mereka parkir di Jalan Kyai Saleh. Kami skenario masuk dari Pandanaran, keluar Kyai Saleh. Kami juga siapkan parkir di gedung DKK,” kata Danang.

Dia menambahkan, kawasan Simpanglima juga menjadi potensi kemacetan terutama saat Salat Idulfitri.

Guna mengurangi kemacetan saat arus mudik Lebaran, pemerintah telah menerapkam kebijakan pembatasan angkutan barang mulai 24 Maret – 8 April 2025.

Danang menyebut, ada beberapa titik yang menjadi perhatian petugas saat masa penbatasan angkuyan barang yakni di Mangkang, Penggaron, Kaligawe, dan Banyumanik.

“Kami akan putarbalikkan kendaraan sumbu tiga, tempelan atau gandengan, maupun dumptruck. Kami balikkan ke arah keberangkatan mereka,” tandasnya.

Dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik Lebaran, Dishub mendirikan sejumlah posko mudik yakni di Terboyo, Cangkiran, Gunungpati, dan Kantor Dishub Kota Semarang. Kemudian, ads tiga posko di dalam kota. Selain itu, ada pula posko di Mangkang dan Banyumanik.

“Di rest area jalan Tol Kalikangkung, personil kami bergabung drngan kepolisian. Posko mudik dari Polri mulai dibuka tanggal 21 Maret. Sedangkan, posko kami saat ini sedang proses dibangun, maksimal dua hari sudah bisa digunakan,” terangnya.(ksm)

Advertisement