Bank Indonesia Dukung Penuh Pengembangan Destinasi Wisata Berkualitas Tinggi

Magelang, UP Radio – Bank Indonesia memiliki empat strategi untuk meningkatkan sektor pariwisata. Yaitu sinergi kebijakan, promosi dan investasi melalui Unit Investor Regional, pemberdayaan UMKM pendukung, dan digitalisasi sistem pembayaran. 

Hal tersebut dikemukakan Deputi Gubernur BI, Doni Primanto Joewono dalam acara Angkringan Digital 2023 di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Jumat (7/7). 

Menurutnya, berdasarkan hasil asesmen Bank Indonesia, salah satu destinasi wisata dengan penerapan pariwisata berkualitas tertinggi adalah Taman Wisata Candi Borobudur. Dijelaskan pula, bahwa digitalisasi sistem pembayaran di sektor pariwisata merupakan salah satu aspek penting dalam pariwisata berkualitas. 

Advertisement

“Digitalisasi tersebut dapat meningkatkan wisatawan domestik dan internasional, serta meningkatkan perekonomian UMKM dan sektor pendukung pariwisata,” ungkap Doni.

“Upaya tersebut juga diimbangi dengan peningkatan literasi dan edukasi sistem pembayaran digital untuk meningkatkan perlindungan konsumen,” pungkasnya.

Senada, Kepala KPwBI Prov Jateng, Rahmat Dwisaputra menekankan,  digitalisasi sektor pariwisata di Jateng telah dilakukan dengan mendorong pengguna dan volume transaksi QRIS.

“Di Jawa Tengah Merchant QRIS saat didominasi UMKM, yaitu sebanyak 2,61 juta atau 98% dari total merchant QRIS,” ungkap Rahmat.

“Selain itu, digitalisasi sektor pariwisata juga didorong dengan promosi destinasi pariwisata melalui aplikasi Jejak Wisata Sejarah atau Jasirah,” pungkasnya.

Sementara, anggota Komisi XI DPR RI, Musthofa, menyampaikan bahwa Jateng  memiliki potensi pariwisata yang beragam sehingga perlu sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. 

“Yang perlu ditingkatkan salah satunya digitalisasi sistem pembayaran dengan perluasan akseptansi QRIS di daerah wisata. Dan tentu juga diimbangi dengan peningkatan edukasi perlindungan konsumun,” ucapnya.(rls)

Advertisement